Blitar — Dalam rangka memperingati International Women’s Day, Duta GenRe Kabupaten Blitar berkolaborasi dengan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Blitar menggelar webinar bertajuk “SARUNGI (Srawung Ngilmu Genzi)” pada Minggu (8/3/2026) melalui Zoom Meeting. Kegiatan yang dimulai pukul 15.30 WIB tersebut menjadi ruang diskusi bagi remaja untuk memperkuat karakter, menumbuhkan sikap saling menghormati, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Webinar ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, yakni Keysa Clarestia, Juara I Duta GenRe Kabupaten Blitar 2024, dan M. Miftahussurur selaku Ketua PC IPNU Kabupaten Blitar. Jalannya diskusi dipandu oleh Rossa, Duta GenRe Kabupaten Blitar 2024, yang memoderatori berbagai pertanyaan seputar pembentukan karakter remaja dan peran generasi muda dalam membangun lingkungan sosial yang sehat.
Ketua PC IPNU Kabupaten Blitar, M. Miftahussurur, menegaskan bahwa momentum Hari Perempuan Sedunia menjadi pengingat penting bagi organisasi pelajar untuk terus membuka ruang partisipasi yang setara bagi perempuan.
“Dalam momentum International Women’s Day, organisasi seperti Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dapat menciptakan ruang yang setara bagi perempuan untuk menyampaikan ide, berkontribusi, dan mengembangkan potensi diri melalui berbagai langkah nyata,” ujarnya.
Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Perempuan Sedunia ini juga menyoroti pentingnya membangun sikap saling menghormati antara laki-laki dan perempuan, serta menanamkan nilai kesetaraan dan penghargaan terhadap perempuan sejak usia remaja.
Dalam pemaparannya, Keysa Clarestia menyampaikan bahwa sikap menghormati harus mulai ditanamkan sejak dini agar menjadi karakter yang melekat hingga dewasa.
“Nilai menghormati satu sama lain perlu ditanamkan sejak kecil. Remaja harus belajar memahami perbedaan, menjaga sikap, serta membangun komunikasi yang sehat agar tercipta hubungan sosial yang harmonis,” ungkapnya.
Diskusi juga menyoroti pentingnya organisasi sebagai ruang belajar bagi remaja untuk mengembangkan tanggung jawab, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja sama. Melalui aktivitas organisasi, generasi muda diharapkan mampu membangun karakter kepemimpinan dan kepedulian sosial.
Selain itu, para narasumber menekankan bahwa nilai tanggung jawab, etika, saling menghargai, serta kepedulian terhadap sesama merupakan bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan.
Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta bernama Alifia mengajukan pertanyaan kritis terkait berbagai penyimpangan sosial yang terjadi di kalangan remaja, seperti fenomena kebanggaan terhadap hubungan sesama jenis maupun penampilan yang dianggap tidak sesuai dengan jenis kelamin.
Menanggapi hal tersebut, pemateri menekankan pentingnya peran organisasi kepemudaan seperti GenRe serta IPNU-IPPNU dalam memberikan edukasi, pendampingan, dan ruang diskusi yang sehat bagi remaja. Melalui pendekatan tersebut, generasi muda diharapkan memiliki pemahaman yang kuat mengenai nilai moral, agama, serta tanggung jawab sosial sehingga mampu membentengi diri dari berbagai pengaruh negatif di lingkungan sekitar.
Webinar SARUNGI ini diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan remaja dan mahasiswa. Selain memperoleh wawasan baru, peserta juga mendapatkan kesempatan berdiskusi secara interaktif dengan para narasumber serta memperoleh e-sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
Melalui kegiatan ini, Duta GenRe Kabupaten Blitar bersama IPNU-IPPNU berharap dapat mendorong lahirnya generasi muda yang berkarakter, mampu menghargai perempuan, serta siap menghadapi tantangan masa depan dengan sikap yang lebih bijak dan bertanggung jawab.
Penulis; Ubaid Dimas Romandhan


Leave a Comment