Blitar – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Garum melahirkan terobosan segar dalam mencetak kader muda yang militan. Melalui Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting (PR) IPNU IPPNU Pojok bersama PR IPNU IPPNU Tawangsari pada hari Sabtu dan Minggu, 20 – 21 Juni 2026. Kegiatan ini bertempat di SDN Sumberdiren 02 dan Lapangan Dadapan Kelurahan Sumberdiren. Sebuah inovasi kaderisasi yang belum pernah ada sebelumnya, dan resmi diperkenalkan di wilayah Kabupaten Blitar.
Berbeda dari format konvensional yang biasanya berpusat di dalam ruangan atau aula tertutup, makesta kali ini menyajikan atmosfer yang sepenuhnya berbeda. Mengadopsi konsep semi outdoor dengan mendirikan tenda-tenda perkemahan, kegiatan ini berhasil memecah kekakuan dan menciptakan ruang belajar yang dinamis di alam terbuka. Tidak berhenti pada keunikan tempat, sistem pembelajaran yang diterapkan pun sangat progresif dengan menggunakan metode experiential learning (belajar melalui pengalaman langsung).
Melalui metode ini, para peserta tidak hanya duduk diam mendengarkan teori keorganisasian, ke-NU-an, atau ke-Aswaja-an di dalam kelas. Mereka dituntut untuk mempraktikkan langsung seluruh materi yang telah didapatkan secara interaktif. Proses simulasi dan praktik tersebut diintegrasikan ke dalam konsep outbound, di mana para calon kader harus melewati berbagai pos tantangan yang telah dirancang khusus oleh panitia. Di setiap pos, pemahaman materi, mentalitas, kerja sama tim, hingga kemampuan memecahkan study case, para peserta diuji secara langsung di lapangan.

Ketua Pimpinan Ranting Desa Pojok sekaligus inisiator konsep, Moch Rijalul Aqil, menegaskan bahwa perpaduan antara alam terbuka dan praktik langsung merupakan jawaban atas tantangan dakwah di kalangan generasi baru.
“Kami menginginkan sebuah proses kaderisasi yang inovatif dan tidak monoton di dalam ruangan agar para peserta calon kader NU tidak jenuh. Kita harus bergerak mengikuti perkembangan era Gen Z dan Gen Alpha ini. Dengan metode experiential learning lewat pos-pos outbound, materi yang didapat tidak sekadar menjadi catatan di buku, melainkan langsung melekat sebagai pengalaman nyata yang membentuk karakter mereka,” ungkapnya.
Terobosan yang dilaksanakan pada pertengahan Juni 2026 ini diharapkan mampu menjadi pemantik dan proyek percontohan (pilot project) bagi ranting maupun komisariat lain di bawah naungan PC IPNU IPPNU Kabupaten Blitar. Langkah berani PR IPNU IPPNU Pojok dan Tawangsari ini membuktikan bahwa nilai-nilai tradisi NU dapat dikemas secara modern, seru, dan tetap relevan tanpa kehilangan esensi sakral dari kaderisasi itu sendiri.
“Makesta kali ini tentu tidak akan berjalan jika tidak ada support dan juga arahan dari Banom NU dan juga dukungan dari PAC IPNU IPPNU Kecamatan Garum yang turut serta mendampingi selama berjalanya kegiatan tersebut, harapan kami dengan konsep Makesta seperti ini peserta bisa lebih berkontribusi terhadap organisasi tidak hanya sekedar mengikuti, dan juga konsep ini bisa menjadi alternatif dakwah pelajar NU di Masyarakat,” pungkasnya.
Penulis: Moch Rijalul Aqil
Editor: Nanda Saniaroh


Leave a Comment