Blitar – MTs Darussalam Kademangan menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) dan Upgrading Pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) Pimpinan komisariat (PK) pada Sabtu-Minggu, 14–15 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.30 hingga 10.00 WIB ini mengusung tema “Membentuk Generasi Emas yang Cerdas, Beretika, dan Tangguh Beraksi.”
Sebanyak 30 pengurus OSIM-PK mengikuti kegiatan tersebut, didukung 15 panitia dan 5 alumni, serta didampingi pengurus PAC IPNU IPPNU Kademangan. Tiga materi utama disampaikan dalam forum ini, yakni kepemimpinan, keorganisasian, serta manajemen dan administrasi organisasi.
Kegiatan ini digelar sebagai langkah strategis memperkuat kapasitas pengurus OSIM-PK, yang selama ini menjadi wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, dan tanggung jawab siswa di lingkungan madrasah. Di tengah tantangan era globalisasi dan digitalisasi, pelajar dinilai perlu dibekali bukan hanya kecerdasan intelektual, tetapi juga etika dan ketangguhan sosial.

“LDKS dan upgrading ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi bagian dari komitmen membentuk pemimpin muda yang visioner, disiplin, dan berintegritas. Generasi emas bukan hanya soal prestasi, melainkan juga tentang akhlak dan kontribusi nyata,” ujar Muh. Fery Kholifatus Sidiq, selaku Pembina OSIM.
Melalui kegiatan ini, para pengurus dibekali nilai tanggung jawab, disiplin, kejujuran, serta komitmen dalam menjalankan amanah organisasi. Selain itu, mereka juga dilatih kemampuan komunikasi efektif, kerja tim, serta pengambilan keputusan yang bijak dan solutif.
Tak hanya penguatan kapasitas individu, kegiatan ini juga menitikberatkan pada penguatan budaya organisasi. OSIM-PK didorong menyusun kode etik pengurus, membiasakan disiplin waktu dan komunikasi santun, serta membangun budaya saling menghargai. Pemberian reward sederhana bagi pengurus yang konsisten dan berprestasi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan organisasi yang sehat dan profesional.
Dengan rangkaian tersebut, LDKS dan Upgrading OSIM-PK diharapkan mampu melahirkan agen-agen perubahan di lingkungan madrasah. Para pengurus tidak hanya dituntut mampu menjalankan program kerja secara efektif, tetapi juga menjadi teladan dalam sikap, perilaku, dan integritas, demi kemajuan madrasah yang berkelanjutan.
Penulis: Farid Adrian Putra


Leave a Comment