Kanigoro, Pelajar NU Blitar
Ahad 23 Maret 2025, PC IPNU IPPNU Kabupaten Blitar sukses menggelar Ramadhan Digital Course dengan tema Upgrade Your Digital Skill!, sebagai wadah bagi kader IPNU IPPNU Kabupaten Blitar untuk memperkuat keterampilan, khususnya pada bidang jurnalistik dan branding media yang semakin relevan di era digital saat ini.
Kegiatan ini dihadiri oleh delegasi dari setiap PAC IPNU IPPNU se-Kabupaten Blitar serta menghadirkan pemateri inspiratif dari kedua bidang, yakni Didin Cahya F. (Kabiro Jawa Pos Radar Blitar) dan M. Imron (Jurnalis tvOne) membawakan Pelatihan Jurnalistik, yang mana peserta dibimbing langsung dalam memahami teknik menulis berita, wawancara, serta kode etik jurnalistik. Sementara itu, Rekan M. Hasan Alkafrowi (Lead Socmed PW IPNU Jawa Timur) dan Rekanita Eliza Fitri Kamaliya (Wakil Sekretaris IV PW IPPNU Jawa Timur) yang berfokus pada strategi membangun identitas digital, bagaimana meningkatkan engagement di media sosial, serta berbagai tips dan trik dalam branding media secara efektif.
Menariknya, setiap sesi tidak hanya berisi teori, tetapi juga dilengkapi dengan sesi praktik, penugasan, hingga Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang bertujuan untuk memastikan bahwa ilmu yang didapat tidak hanya berhenti di dalam forum, melainkan juga benar-benar diterapkan setelah pelatihan tersebut. Dengan adanya Ramadhan Digital Course, PC IPNU IPPNU Kabupaten Blitar berharap kader NU dapat lebih profesional dalam menyebarkan informasi positif serta memperkuat eksistensi organisasi di dunia digital.
Urgensi Literasi Digital bagi Pelajar NU

Ketua PC IPNU Kabupaten Blitar, Muhammad Yahya, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital perlu diarahkan pada hal-hal yang lebih positif.
“Saat ini, kita berpacu dalam era digital, di mana dalam hitungan detik kita bisa mengakses informasi dari seluruh dunia. Namun, di sisi lain banyak permasalahan yang muncul, seperti framing media hingga maraknya judi online. Oleh karena itu, kami menghadirkan pelatihan ini agar kader IPNU IPPNU mampu menggunakan media digital secara bijak dan produktif,” tutur Yahya.
- PC IPNU IPPNU Kabupaten Blitar Gelar Ramadhan Digital Course: Cetak Kader NU Melek Digital!
- NUSTAR 2025: Komisariat IPNU MTs Ma’arif NU 2 Sutojayan Hadirkan Ajang Prestisius bagi Siswa dalam Peringatan Harlah ke-71 IPNU
- Harlah IPNU & IPPNU: Pelajar NU Doko Bersatu Gelar Majelis Ta’lim dan Parade Sholawat untuk Jadikan Diri Lebih Bermanfaat bagi Masyarakat!
- IPNU-IPPNU Wonotirto Sukses Gelar Lakmud Perdana: Ketahanan dan Dedikasi di Balik Tantangan Geografis
- Tradisi yang Bernalar, Kemajuan yang Berakar; Sebuah Cerpen
Hal selaras turut disampaikan oleh Ketua Pelaksana Ramadhan Digital Course PC IPNU IPPNU Kabupaten Blitar, M. Rois Nur Syamsi, yang berharap pelatihan ini dapat membentuk kader NU yang cerdas digital dan mampu mengelola media secara bijak.
“Harapan saya, seluruh peserta bisa menyerap ilmu dari para pemateri dan mengaplikasikannya di masing-masing PAC dan Ranting. Harapannya melalui kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi akan terus berlanjut untuk memperkuat keterampilan media digital dan kejurnalistikkan di kalangan pelajar NU,” ungkapnya.
Keseimbangan dalam Era Digital

Dalam kesempatan yang sama, Kyai Muqorrobin, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Blitar turut memberikan pandangannya terkait pesatnya perkembangan teknologi dan bagaimana generasi sekarang seharusnya bersyukur atas kemudahan yang ada.
“Dulu, ketika saya mondok di Lirboyo, mendokumentasikan sesuatu butuh usaha besar. Saya bahkan harus naik ke menara untuk mengambil gambar bangunan. Tapi sekarang? Cukup dengan drone, semua jadi lebih mudah! Namun, hidup ini harus ada keseimbangan dan keharmonisan. Jika tidak, yang muncul adalah ketidakharmonisan. Melalui pelatihan ini, peserta akan belajar bagaimana menggunakan media digital secara harmonis, agar manfaatnya bisa dirasakan saat kembali ke PAC masing-masing,” jelas Kyai Muqorrobin.
Keberhasilan Ramadhan Digital Course diharapkan menjadi langkah kita bersama dalam mencetak kader NU yang cerdas dan melek digital, serta mampu memanfaatkan media secara produktif dan bijak. Pembekalan jurnalistik dan branding media yang diberikan tidak hanya bertujuan menjadikan peserta sebagai konsumen informasi semata, melainkan juga sebagai produsen konten yang edukatif dan inspiratif.
Penulis: Evi Himaturafiah dan Ahsana Nadia






Leave a Comment