Blitar — Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulam (IPPNU) di Kecamatan Binangun berencana menggelar event akademik religi bertajuk Great Santri Competition dalam waktu dekat. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangkitkan kembali semangat kaderisasi di tengah vakumnya kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Binangun. Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan Rekan dan Rekanita pada Kamis (02/04/2026) di Graha MWCNU Binangun. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari agenda sebelumnya, yakni kumpul ndadak yang telah dilaksanakan pada Februari lalu.
Dalam forum tersebut, para pelajar NU membahas progres kegiatan yang telah dirancang, termasuk konsep pelaksanaan event akademik religi yang bertujuan meningkatkan branding organisasi sekaligus menjaring bibit kader unggul di wilayah Kecamatan Binangun. Meski belum terbentuk kepengurusan PAC secara definitif, kegiatan ini diinisiasi oleh Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Desa Salamrejo sebagai tuan rumah. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini turut melibatkan kader dari berbagai ranting di Kecamatan Binangun, seperti Desa Ngembul, Rejoso, Sumberkembar, Binangun, Sambigede, dan Tawangrejo. Mayoritas peserta merupakan alumni Makesta, bahkan sebagian di antaranya merupakan alumni Latihan Kader Muda (Lakmud) dari PAC IPNU-IPPNU Panggungrejo.
Ketua penggerak kegiatan, Doni Suganda, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan organisasi sekaligus memperkuat kembali jalinan antar kader.
“Kami mohon support dan doanya. Semoga event yang kami garap ini menjadi awal proses kami membangun kembali chemistry organisasi IPNU-IPPNU di Kecamatan Binangun. Saya juga berterima kasih kepada rekan-rekanita yang telah mengorbankan waktu, pikiran, dan tenaga. Saya cukup terharu melihat koneksi di antara kami yang ternyata bisa tersambung secepat ini,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi secara khusus kepada Pimpinan Ranting Salamrejo, terutama kepada Rekan Luqna selaku ketua panitia dan Rekan Ivan sebagai wakil ketua yang telah berperan aktif dalam persiapan kegiatan.

Lebih lanjut, Doni menjelaskan bahwa Great Santri Competition akan menjadi wadah bagi santri madrasah diniyah untuk mengembangkan potensi, meningkatkan pengalaman, serta berkompetisi secara sehat dalam bidang akademik dan keagamaan.
Selain itu, kegiatan ini juga dirancang sebagai strategi branding organisasi pelajar NU secara lebih masif, sekaligus menjadi sarana untuk menyiapkan calon pengurus PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Binangun di masa mendatang.
Menurutnya, secara kualitas sumber daya manusia, pelajar NU di Binangun tidak kalah dengan wilayah lain. Namun, dinamika organisasi yang sempat terjadi menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keberlangsungan kaderisasi.
“Sebenarnya dari segi kualitas SDM, pelajar NU di Binangun tidak kalah dari PAC yang lain. Namun, dalam organisasi tentu ada fase naik dan turun. Salah satu faktor yang mungkin terjadi adalah kurangnya support dari cabang, baik dalam hal progres maupun kaderisasi di masa sebelumnya,” tandasnya.
Adapun jadwal pelaksanaan kegiatan masih dalam tahap finalisasi. Meski demikian, semangat para pelajar NU Binangun tidak surut untuk kembali menata pondasi organisasi yang sempat vakum, demi melanjutkan estafet perjuangan pelajar Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan.
Penulis: Tim Media Binangun


Leave a Comment