Pelajar NU Blitar, 24 Januari 2026 – Istighotsah Kubro dalam rangka peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) Blitar Raya berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan pada Sabtu (24/1/2026) bertempat di Stadion Soepriadi, Kota Blitar. Acara akbar ini dimulai sejak pukul 04.00 WIB dengan pelaksanaan Khotmil Qur’an bersama dan dihadiri ribuan warga Nahdliyin dari berbagai wilayah Blitar Raya.

Kegiatan diawali dengan laporan ketua panitia, H. Hartono, M.Pd, yang menyampaikan bahwa peringatan seratus tahun NU ini merupakan momentum bersejarah untuk memperkuat khidmah, persatuan, dan keberlanjutan perjuangan NU dalam menjaga agama dan bangsa.

Selanjutnya, Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin, S.Ag, dalam sambutannya mengapresiasi kekompakan seluruh elemen NU. Ia menegaskan peran besar NU sejak berdirinya pada 1926, sebagaimana dawuh KH. Hasyim Asy’ari bahwa “siapa yang mengurus NU adalah santriku”. Ia juga mengingatkan kontribusi NU dalam mempertahankan Pancasila dan NKRI sejak 1945, seraya menekankan pentingnya sikap rendah hati, meski memiliki jasa besar bagi bangsa.
Acara kemudian menampilkan profil perjalanan Nahdlatul Ulama, yang menggambarkan kiprahnya dalam bidang keagamaan, sosial, dan kebangsaan dari masa ke masa.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Blitar, Dr. KH. Habib Bawafi, S.Ag, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai wadah silaturahmi untuk memperkuat ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah. Ia juga mengajak warga NU untuk meneladani perjuangan para ulama serta bermunajat kepada Allah SWT. agar tetap diberi kekuatan untuk berkhidmat.

Sementara itu Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Blitar, Ky. Muqorrobin, S.Ag, dalam sambutannya menyampaikan pesan reflektif bahwa pada pagi hari itu bukan jamaah yang berada di stadion, melainkan “Stadion Soepriadi berada di tengah-tengah jamaah NU”, sebagai simbol besarnya kekuatan umat. Ia mengingatkan peran santri dan kiai dalam sejarah kemerdekaan, termasuk Resolusi Jihad 10 November, serta menegaskan prinsip hubbul wathon minal iman. Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk bersyukur dan menundukkan diri kepada Allah SWT. atas nikmat kebersamaan dan keutuhan NU.

Suasana semakin semarak saat 1.200 santri mempersembahkan lagu “Satu Abad NU”, yang menjadi simbol estafet perjuangan generasi muda NU.

Puncak orasi disampaikan oleh KH. Husnan Dimyati, Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur asal Tuban. Ia menegaskan bahwa NU adalah satu-satunya organisasi sosial keagamaan yang sejak awal berdiri tidak pernah bersikap radikal maupun melakukan boikot, dan selalu mengedepankan istighotsah serta doa sebagai senjata utama perjuangan. Menurutnya, panjangnya usia NU merupakan buah dari ketulusan dan konsistensi dalam berbuat kebaikan.

Sebagai penutup, acara puncak diisi dengan pembacaan istighotsah yang dipimpin KH. Sulhan Zubaidi selaku Wakil Rais Syuriah PCNU Kabupaten Blitar, dilanjutkan dengan ijazah kubro dan doa yang dipimpin oleh sembilan kiai. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan harapan akan keberkahan para muassis NU.
Peringatan Harlah ke-100 NU Blitar Raya ini menjadi bukti bahwa NU tetap kokoh sebagai penjaga agama, bangsa, dan persatuan, sekaligus meneguhkan komitmen untuk terus berkhidmat menuju abad berikutnya.
Penulis: Ubaid Dimas Romandhan | Foto: Tim Media Panitia


Leave a Comment