Blitar – Di Gedung MWC NU menjadi titik kumpul para punggawa kemanusiaan. Pada Sabtu (14/02), Dewan Koordinasi Cabang Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan Korps Pelajar Putri (KPP) Kabupaten Blitar menggelar Latihan Khusus (Latsus) & Buka Bersama. Agenda ini bukan sekadar pertemuan seremonial, melainkan upaya “Sinkronisasi Frekuensi” bagi perwakilan DKAC se-Kabupaten Blitar demi satu komando yang presisi.
Latsus kali ini dibuka dengan bedah tuntas “jeroan” organisasi. Komandan Nur Ihsan (Kepala Divisi Administrasi DKC CBP) dan Komandan Rahma (Sekretaris DKC KPP) turun tangan langsung menata kembali tata kelola persuratan, pataka, dan atribut. Bagaimanapun, administrasi adalah wajah profesionalitas sebuah komando.
Tak berhenti di sana, Komandan Rama (Kepala Divisi Diklat) memaparkan peta jalan pengaderan melalui sosialisasi Modul & SOP DIKLATAMA serta pengenalan PDKC CBP KPP. Ini adalah langkah strategis agar gerak kader di lapangan memiliki landasan hukum yang kuat.
Ketua PC IPPNU Kabupaten Blitar, Rekanita Erla Firtza, memberikan atensi khusus pada aspek ini. Ia menegaskan bahwa PDKC harus segera dimatangkan agar bisa terbit tepat saat momentum pelantikan. Tak hanya itu, ia memberikan pesan pamungkas mengenai urgensi ketertiban administratif.
“Administrasi dan persuratan di lembaga DKC CBP KPP harus benar-benar mantap dan tertib. Untuk mendukung hal itu, segala kebutuhan terkait sarana administrasi sudah kami sediakan dan siap diakses di Sekretariat PC IPNU IPPNU Kabupaten Blitar,” tegas Rekanita Erla, memberikan lampu hijau bagi kelancaran operasional lembaga.
Sisi menarik muncul saat Komandan Doni Suganda (Kepala Divisi Sosmas & Kemanusiaan) menggebrak dengan visi humanisnya. Di tengah gempuran isu kesehatan mental yang menghantui Gen-Z, CBP KPP Blitar meluncurkan program “Peduli Kasih”, sebuah langkah kolaboratif untuk menjadi pendengar dan solusi bagi permasalahan psikologis kader muda.

Selain itu, kesiapsiagaan bencana menjadi harga mati. Pembentukan Satgas Antisipasi Bencana akan ditarik hingga ke level DKAC, terutama di wilayah rawan. Tantangan besar menanti untuk menghidupkan kembali DKAC yang masih ‘Mati Suri’ melalui penguatan branding organisasi yang lebih segar dan nyata.
Di balik program-program besar, ada tanggung jawab dasar yang tak boleh luput. Komandan Lia Khusna (Bendahara DKC KPP) mengingatkan bahwa militansi juga diuji dari kedisiplinan administratif internal, termasuk iuran kas sebagai energi penggerak roda organisasi.
Menutup rangkaian kegiatan, Komandan Hanin (Komandan DKC KPP Kab. Blitar) membakar semangat para pengurus. Ia menekankan pentingnya fokus dan kolaborasi lintas divisi. “Jangan berjalan sendiri-sendiri. Program kerja satu divisi adalah tanggung jawab kita bersama. Untuk kader baru pasca-Diklatama, saatnya memantapkan arah gerak. Kita adalah satu napas perjuangan,” pungkasnya.
Penulis: Rega Ikhsannova


Leave a Comment